Andai setiap puja yang ku kirim lewat doa Tersampaikan juga ke telingamu Kau mungkin bisa memahami gelisah hatiku Duhai lelakiku... Bukan aku tak mengingat tiap detil kerinduan Bukan pula detik waktu melupakanmu Aku hanya sedang menikmati rasa ini Mencoba meresapi ketidak hadiranmu Aku memberimu sedikit ruang untukmu Sekadar pembuktian apakah aku orang yang layak dirindukan Atau cukup pantaskah untuk dipertahankan Malam ini kau kesal lelakiku Wajah ketusmu dan sorot tajammu membunuhku Jangan marah lelakiku Aku tak bermaksud menyusahkanmu Kau belahan jiwaku Takkan pernah berubah, duhai lelakiku **** sekedar mengeluarkan uneg2